
“Tuhan Membebaskan Bangsa-Nya”
Masmur 34: 16 – 23
16 Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;
17 wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
19 Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu;
21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.
22 Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.
23 Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
Mazmur 34 ditulis oleh Daud ketika ia melarikan diri dari Saul dan berpurapura gila di hadapan Abimelekh (1 Samuel 21:10–15). Saat itu, hidup Daud dalam bahaya. Ia terancam secara fisik dan emosional, namun justru dalam kondisi terdesak inilah Daud mengalami pertolongan Tuhan yang
nyata. Mazmur ini adalah respons Daud terhadap penyertaan dan pembebasan Tuhan. Daud menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah lalai melihat dan mendengar jeritan umat-Nya. Mata dan telinga-Nya tertuju pada mereka yang hidup benar (ayat 16), menunjukkan perhatian dan
kepedulian Tuhan terhadap umat-Nya. Sebaliknya, Tuhan menentang orang jahat dan akan melenyapkan mereka (ayat 17), menandakan bahwa pembebasan bagi umat-Nya selalu diiringi dengan keadilan terhadap para penindas. Saat orang benar berseru, Tuhan mendengar dan melepaskan
mereka dari segala kesesakan (ayat 18). Ia bahkan dekat dengan mereka yang hatinya hancur, memberi kekuatan dan penghiburan (ayat 19). Daud tidak menutupi kenyataan bahwa orang benar juga mengalami banyak kemalangan (ayat 20). Namun, janji Tuhan lebih besar: Ia akan
melepaskan mereka dari semuanya. Perlindungan-Nya digambarkan begitu sempurna hingga tidak satu tulang pun patah (ayat 21). Sementara itu, orang fasik akan dihukum dan binasa karena kejahatannya (ayat 22). Akhirnya, Daud menutup bagian ini dengan penguatan: Tuhan membebaskan nyawa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya akan selamat dari hukuman (ayat 23). Perlindungan Tuhan adalah nyata bagi siapa saja yang hidup dalam kebenaran dan bersandar
kepada-Nya.
Makna Teks bagi kita yang Merayakan HUT RI Hari Kemerdekaan Indonesia yang kita rayakan hari ini 17 Agustus 2025 bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga momen refleksi akan kebaikan dan penyertaan Tuhan dalam perjalanan bangsa ini. Ketika kita membaca Mazmur 34:16–23, kita menemukan pesan kuat bahwa Tuhan peduli, membela, dan membebaskan umat-Nya dari penindasan dan penderitaan.
(1). Tuhan Mendengar Jeritan Bangsa yang Tertindas (ayat 16–18). Selama masa penjajahan, bangsa Indonesia mengalami penderitaan dan kesengsaraan. Namun, seperti bangsa Israel, kita percaya bahwa Tuhan mendengar jeritan rakyat yang tertindas. Kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan manusia, tetapi juga anugerah Tuhan yang menjawab doa-doa umat-Nya.
(2). Tuhan Membebaskan dan Menyelamatkan (ayat 19–21) Mazmur ini menegaskan bahwa meski orang benar mengalami banyak penderitaan, Tuhan melepaskan mereka dari semuanya. Dalam konteks Indonesia, kemerdekaan 1945 adalah bentuk nyata dari pembebasan Tuhan. Dan hingga hari ini, Tuhan terus menjaga dan melindungi bangsa ini, walaupun kita masih menghadapi tantangan—kemiskinan, ketidakadilan, dan konflik.
(3). Tuhan Menegakkan Keadilan dan Memberi Harapan (ayat 22–23) Kemerdekaan bukan akhir perjuangan, melainkan awal untuk membangun bangsa yang adil dan sejahtera. Ayat 22–23 mengingatkan bahwa Tuhan akan menghukum kejahatan dan melindungi mereka yang hidup dalam
kebenaran dan mencari perlindungan pada-Nya. Sebagai warga negara dan umat Tuhan, kita dipanggil untuk hidup benar, membela yang lemah, dan berkontribusi membangun bangsa ini sesuai nilai-nilai kerajaan Allah.
Penutup : Mazmur 34:16–23 mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati
berasal dari Tuhan, dan hanya dalam perlindungan-Nya kita bisa benarbenar bebas. Maka, di tengah peringatan Hari Kemerdekaan, marilah kita:
• Bersyukur atas anugerah Tuhan bagi bangsa ini,
• Berdoa agar Tuhan terus menjaga Indonesia,
• Berkomitmen hidup benar, adil, dan menjadi terang di tengah masyarakat.
(RSL)